Kamis, 11 Februari 2010

(Not) a Sweet Dream

Di saat kita terlelap, terkadang kita mengalami suatu kehidupan maya yang hanya sebentar kita rasakan. Kehidupan yang terasa nyata. Seolah-olah semua benar adanya. Nyatanya, tidak. Semua yang dalam sekejap dapat hilang seiring dengan mata terbuka. Mimpi namanya.
Aneh memang dengan sebuah alam ini yang sampai saat ini gue juga masih berusaha menebak-nebak bagaimana prosesnya terjadi. Ya semalam gue bermimpi. Tidak bisa dikatakan indah, tapi gue merasa damai. Mimpi itu mempertemukan gue dengan seorang sahabat lama. Tidak banyak yang kami lakukan, hanya sekedar ngobrol sesaat. Tapi gue merasa damai. Ya, gue memang sempat sayang dia. Apa lacur, dia sudah ada yang punya. Gue senang bisa ketemu dia walaupun cuma sebentar, dan di alam mimpi pula. Karena kalo di dunia nyata, hal itu sepertinya mustahil adanya. Kami bicara dengan suasana tenang dan takut. Seolah-olah kami tidak ingin ada orang yang tahu apa isi perbincangan kami. Manja. Ya sedikit seperti remaja yang malu-malu dimabuk cinta. Gue merasa tenang duduk berhadapan dengan dia. Menatap matanya dan bicara berdua. Sayangnya semua hanya mimpi semata.
Sebelum gue terlelap dalam tidur, gue sempat berusaha untuk mengatur mimpi. Dengar-dengar orang bicara sih katanya jika ingin bertemu orang dalam alam maya, maka pikirkanlah dia sebelum menutup mata. Maka saya memikirkan sebuah nama. Nama manusia yang gue cinta. Tapi ketika gue mulai masuk ke alam mimpi itu, gue malah bertemu dia yang bahkan seharian itu tidak pernah terlintas namanya. Bertemu saja tidak. Aneh bukan? Tapi dengan adanya mimpi itu, rasa yang dulu sempat gue simpan rapat, kembali terbuka. Gue memang sempat sayang dia. Ah cerita lama. Semoga malam ini ketika gue menutup mata dan terlelap, gue bisa lagi bertemu dia. Siapa pun itu dia.
Toh memang gue ga bisa mengaturnya ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar